Bab 96.-2

741 Words

“Sekarang bagaimana? Apa darahnya masih keluar?” tanya Sumi. Wanita itu langsung menghembus napas lega begitu mendapat jawaban berupa gelengan kepala. “Syukurlah. Semoga dia baik-baik saja.” Kansa mengangguk. “Dia pasti kuat. Dia hadir di rahimku. Rahim keturunan orang yang tahan banting,” canda Kansa yang detik berikutnya tersenyum. Sulitnya hidup membuat mereka menjadi sosok yang memang tahan banting menghadapi keraskan dunia saat ini. Dan Kansa percaya, anaknya pun akan sekuat dirinya dan ibunya. Sumi meraih telapak tangan putrinya lalu menepuk-nepuk punggung tangan tersebut. “Maaf, karena kamu harus lahir di keluarga miskin.” “Kenapa Ibu malah minta maaf?” “Coba kalau kamu lahir di tengah keluarga berada. Kamu pasti akan lebih bersinar, Nak. Kamu pintar. Cantik parasmu, dan juga ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD