Bab 114.-3

653 Words

Sumi mendesah. “Katanya mau melupakan semuanya. Jangan diingat-ingat lagi. Lupakan saja semuanya. Apa yang sudah terjadi. Semua orang yang ada di sana. Lupakan semua. Sekarang kamu sudah bahagia di sini.” Sumi tidak ingin sang putri kembali sedih. Maka wanita itu tidak ingin melanjutkan perbincangan tersebut. Kansa menatap sang ibu. Sepasang bibirnya berkerut sebelum beberapa detik kemudian terbelah. “Iya, Ibu benar. Tidak ada untungnya mengingatnya. Aku akan menganggapnya sebagai mimpi buruk. Kecuali—” Kansa menggantung kalimat yang belum selesai. Kansa menurunkan kepala. Tangannya memeluk perut. “Dia. Dia akan segera bersama kita.” Sumi ikut menyentuh perut putrinya yang masih rata. “Cucu Nenek, baik-baik di dalam ya, Sayang. Sehat-sehat. Kalau kamu laki-laki, jadilah anak yang sholeh.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD