Bab 115.-1

747 Words

“Sarapan dulu, Pak.” Sofi meringis saat pria yang ia ingatkan untuk sarapan, terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun. Apalagi sampai menghentikan langsung lalu menjawabnya. Tidak sama sekali. Wanita muda itu mendesah. Memutar kepala, memperhatikan kepergian sang majikan dengan sepasang mata mengerjap. “Bagaimana, Sof?” Masih belum mengalihkan pandangan mata dari punggung sang majikan yang semakin lama semakin menjauh, Sofi menggeleng lemas. “Masih tidak mau makan?” Asisten rumah yang lebih tua dari Sofi menghentikan langkah di sebelah sang teman kerja, lalu ikut menatap punggung majikannya. “Kalau nanti pingsan bagaimana coba, Sof?” “Waktu masih ada mbak Kansa saja bapak tidak mau makan masakanku, apalagi sekarang tambah mbak Kansa tidak ada.” “Kamu juga kenapa kemarin tidak tahan mba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD