“Kita ke rumah sakit sekarang. Jangan lagi menolak. Kamu jelas sakit, Nabila.” Sang manajer memapah Nabila ke arah ranjang. Nabila menggeleng. Wanita itu masih tetap tidak mau pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi tubuhnya. “Maaf, Nabila. Tapi sekarang kamu tidak punya opsi lain. Kamu harus ke rumah sakit atau lupakan semua kontrak-kontrakmu. Cepat atau lambat semua kontrak itu akan dibatalkan kalau kondisimu masih seperti ini.” Wanita itu mendudukkan Nabila ke tepi ranjang. “Sebentar aku ambilkan pakaian buat ganti. Pakaianmu basah.” Lalu wanita itu bergegas ke arah lemari pakaian sang artis. Sementara Nabila justru mengangkat kedua kaki ke atas ranjang kemudian membaringkan tubuhnya. Ia merasa lemas sekali. Nabila memejamkan mata. Sang manajer kembali ke ranjang dengan mem

