Selama perjalanan Zivaa lebih banyak diam, sementara Shaka fokus mengemudi. Sesekali dia melirik ke arah Zivaa dengan sorot mata kagum. "Kamu tidak berubah sama sekali, masih tetap cantik!" ucapnya. Zivaa hanya mendenguskan tawa kecil dan melempar pandangannya keluar jendela. Shaka pun tersenyum, sama sekali tidak tersinggung dengan sikap penolakan yang Zivaa berikan. Dia sudah sejauh ini dan bertahan, dengan yakin akan bisa merebut hati istrinya itu kembali. Seperti kata Aqlan, ternyata memang benar hari Senin seperti ini banyak terdapat razia di beberapa tempat di jalan protokol. Zivaa termangu, dia mengira tadi hanya akal-akalan Shaka saja yang ingin dekat dengan dirinya. Tak berapa lama mereka pun tiba di depan kantor Zivaa. "Di sini saja, terima kasih!" ucap Zivaa, dia hendak me

