Zivaa berniat untuk segera pulang lebih cepat sebelum Shaka kembali menjemputnya di kantor, dia pun mengumpat dan mengutuk mobilnya yang masih belum dibawa dari bengkel. "Ban kempes saja kenapa lama sekali!" gerutunya. "Sudah jelas jika mereka semua sengaja dan membuat Shaka menjemputku sekarang!" dengusnya lagi. Zivaa memesan taksi online sejak tadi, maka ketika dia keluar dari kantor, taksi tersebut sudah ada di pinggir jalan menunggunya. Dia menghela napas lega karena akhirnya bisa menghindar dari Shaka. Tapi ketika dia hendak membuka pintu mobil, seseorang menangkap tangannya. Zivaa pun menoleh dan melotot kaget pada Shaka yang sudah berdiri di sampingnya. "Mau kabur?" celetuk Shaka sambil tersenyum yang bagi Zivaa itu terlihat menyebalkan. "Mau kamu apa sih, Mas? Sudah jelas aku

