Gita sungguh terkejut dengan sikap Fasya yang begitu kasar bahkan mengusirnya tanpa belas kasihan sama sekali, dia pun tidak melihat ada rasa rindu itu di matanya. "Apa kamu akan tega mengusir ibu kamu sendiri, Fasya!" rintih Gita terisak lirih. Fasya mendengus. "Apa Anda juga memikirkan itu ketika meninggalkan kami bersama pria lain!?" balas Fasya. Gita menggeleng cepat. "Itu tidak sepenuhnya benar, Mama tidak selingkuh, Sayang!" sergahnya membela diri. "Percuma! Kami tidak akan percaya karena yang kami ingat hanyalah seorang wanita yang dengan kasar mendorong anaknya sendiri sampai terjatuh di jalan!" ucap Fasya dengan penuh benci. "Tolong berikan kesempatan pada Mama untuk memperbaiki semuanya, Mama janji akan menjadi Ibu yang baik untuk kalian!" pinta Gita memohon dan memelas.

