Shaka dan Zivaa memang berencana akan kembali, hanya saja Shaka harus bersabar karena istrinya itu juga masih terikat kontrak dengan perusahaan. "Perusahaan ini yang membawaku sampai sejauh ini, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja," ungkapnya seraya menatapi figura dengan foto kebersamaannya dengan para karyawan. Shaka mengerti. "Lalu, apa bosmu itu masih ada di sini? Dulu, waktu aku ingin menanyakan soal kamu, dia malah sudah kabur juga ke luar negeri!" tanya Shaka sambil mendengus pelan, ingat sekali waktu dia bak orang gila menanyakan Zivaa ke sana kemari. Zivaa tersenyum geli mendengarnya, tahu jika ada nada kesal di dalam suara Shaka. Dia menoleh dan menyentuh pipi suaminya itu dengan sayang. "Terimakasih untuk tidak menyerah sama aku, Mas. Utamanya, sih, terimakasih karen

