Panggil Ayah Bukan Om

1139 Words

Malam perlahan bergeser turun, hujan berhenti sejak beberapa jam lalu dan membiarkan fajar menyingsing dengan indahnya di ufuk timur. Seperti biasa, Sukma bangun lebih dulu bahkan sebelum adzan Subuh berkumandang, dia menguap lebar keluar dari kamar Arsy. Tepat ketika itu dia mendengar suara pintu tertutup dari arah kamar tamu, dia pun berpikir jika Shaka juga sudah bangun, maka dia pun menoleh untuk menyapanya. Tapi pada saat itu juga dia tertegun karena yang dia lihat adalah Zivaa. "Zivaa?!" ucapnya tanpa sadar antara kaget dan juga terpana. Zivaa yang sebenarnya sudah mengendap-ngendap sejak tadi pun terkejut karenanya, sontak dia langsung tertunduk dalam menyembunyikan wajahnya yang merah padam. Sebenarnya Sukma tidak melihatnya sama sekali karena lampu ruangan masih belum dinyala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD