Malam Dingin Menjadi Panas (++)

1079 Words

Shaka memalingkan pandangannya, ada sesuatu yang membuat perasaannya tidak nyaman. "Heum, aku mau ambil minum!" ucap Zivaa canggung, tangannya meremas handuk di tangannya untuk mengusir gugup. Shaka mengangguk mengiyakan, dia hanya diam menahan napas ketika Zivaa melewatinya dan berlalu menuju dapur. Tapi kemudian helaan napas selanjutnya membuatnya kembali termangu, wangi lembut shampoo dan sabun mandi menyapa penciumannya, membuat darahnya berdesir. Suasana kaku dan canggung itu berlangsung beberapa menit, sampai ketika tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dari arah kamar Arsy. Keduanya terperanjat begitu saja, Shaka yang langsung duduk di sofa dan menyalakan tv, sementara Zivaa tertunduk sambil mengaduk s**u hangat yang baru dibuatnya. Sukma yang melihat itu terpaku sebentar me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD