Shaka dan Zivaa akhirnya tiba dia sekolah Arsy, bertepatan dengan mereka datang rupanya bel pulang sudah berbunyi. Para orang tua yang juga datang menjemput tampak saling berbisik pelan ketika melihat Zivaa kini bersama seorang pria. Shaka menyadari itu dan tersenyum geli karenanya. "Apa aku terlalu tampan sampai kita menjadi pusat perhatian seperti ini!" katanya seraya menegakkan tubuhnya. Sosoknya yang memang tinggi dan tegap masih terlihat menawan meski sudah menginjak kepala lima lebih. Zivaa tertawa sambil melingkarkan tangannya di lengan Shaka. "Selama ini aku selalu datang sendirian, atau kalau enggak, paling Ibu sama Akbar yang jemput Arsy kemari!" kekehnya. "Pantas saja!" gumam Shaka, akhirnya dia benar-benar paham kenapa Arsy mendapat ejekan 'anak adopsi' dari teman-temannya

