115. Tolong Pikirkan Lagi

2602 Words

Suara dering ponsel di atas meja membuat Alea terkejut. Ia baru saja selesai membuat teh hangat setelah menemani Chela makan siang. Tubuhnya lelah, tapi pikirannya jauh lebih penat. Ketika melihat nama Mama Kristi muncul di layar, jantung Alea berdetak pelan, ragu untuk menekan tombol hijau. Butuh beberapa detik sebelum akhirnya ia menekan tombol jawab. “Halo, Ma…” suaranya pelan, agak serak karena kelelahan. “Le, kamu sibuk?” suara Kristi terdengar lembut, tapi menyimpan nada hati-hati. “Enggak, Ma. Baru selesai membantu Chela minum obat.” Alea mencoba tersenyum walau tidak terlihat. “Ada apa, Ma?” Di seberang, Kristi menarik napas. Ia sempat diam beberapa detik sebelum akhirnya berkata, “Mama tadi bicara sama Kaisar.” Alea membeku. Jemarinya mencengkeram gelas teh tanpa sadar hingg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD