Chandra sudah bisa masuk kantor setelah beristirahat dua hari di rumah. Keadaannya sudah sangat membaik usai dirawat oleh istrinya dengan sangat khusus. Naina mengantar Chandra hingga ke mobilnya pagi itu. "Kalau nanti pulang terlambat, tolong kabari Nai, ya," pinta Naina, suaranya lembut namun tegas. "Jangan seperti kemarin, diam saja sampai membuat Nai khawatir." Chandra menghela napas pendek, tatapannya penuh pengertian. "Iya, Sayang. Maafkan Mas waktu itu. Saat itu ... kita sedang berjarak, jadi Mas tidak ingin merepotkanmu." Naina memanyunkan bibirnya mendengar pengakuan Chandra. Tapi dia akui apa yang dikatakan oleh suaminya benar. Memang ada jarak yang terasa antara mereka pasca insiden itu, membuat keduanya enggan saling membebani. Chandra membuka pintu mobil dan meletakkan

