"Mas, sebaiknya datang saja ke reuni itu," ujar Naina, mencoba menyembunyikan kegelisahan di balik nada suaranya yang datar. Chandra mengerutkan kening, menatap istrinya yang tiba-tiba membahas hal ini lagi. "Kenapa kamu kembali membicarakan reuni?" "Nai hanya tidak ingin mereka berpikir macam-macam saat Mas tidak hadir." Naina sebenarnya lebih takut Livia akan menyebarkan cerita bahwa dialah istri posesif yang melarang suami menghadiri reuni. Citra seperti itu tidak ingin melekat padanya. "Nanti saja, Mas akan hubungi Galih," jawab Chandra sambil lembut membelai rambut Naina. "Galih? Bukan Livia?" tanya Naina, matanya menyelidik. "Lebih enak ngobrol dengan Galih," jelas Chandra singkat. "Oh." Naina menunduk. "Nai kira Mas hanya akan menghubungi Livia." Chandra tahu itu adalah sarka

