Sinar matahari pagi menyapu kamar melalui tirai yang terbuka tipis. Naina meraih sisi ranjang yang kosong, matanya perlahan terbuka. Suasana hening, hanya desau angin laut yang terdengar. Dia bangun terduduk melihat cahaya matahari sudah tinggi, dia terlambat bangun rupanya. Naina turun dari ranjang dan melangkah ke balkon, di sana Chandra berdiri membelakangi dengan ponsel menempel di telinga, bahunya sedikit tegang. "Gak begitu serius kan masalahnya? Masih aman? Oke, pantau terus, Sel. Oh, apa katanya?" Suaranya rendah namun tegas. Saat sepasang lengan melingkar dari belakang, tubuhnya langsung rileks. Tangannya menutupi tangan Naina yang terkatup di perutnya. "Oke. Hubungi gue lagi nanti. Bye!" Chandra menutup panggilan, lalu meletakkan ponselnya pada meja kecil. Kemudian dia berbalik

