Naina sudah dua hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan hari ini sudah diperbolehkan pulang. Suasana rumah sakit semakin ramai ketika Chandra selesai mengurus berkas administrasi di meja depan siang itu. Saat berbalik, pandangannya bertemu dengan sosok familiar yang membuat langkahnya sejenak terhenti. "Chandra?" Suara Anwar terdengar agak serak. "Ada yang sakit?" "Istri saya, Om. Sedang opname. Om sendiri sedang apa di sini? Dan, kenapa sendirian?" Anwar mengangguk perlahan, senyum tipis yang tak sampai ke mata dan tergambar di wajahnya. "Biasa, cek rutin." Rasa tak nyaman menggelayuti d**a Chandra setelah apa yang terjadi sebelumnya. Dengan sikap hormat, dia mengajak Anwar ke kafetaria rumah sakit yang siang itu terlihat sepi. Mereka duduk berseberangan di sudut paling

