Rasa tidak nyaman mengusik pikiran Naina. Mengapa Azka harus ikut masuk hingga ke ruang tunggu dokter? Bukankah seharusnya dia hanya mengantar sampai lobi lalu pergi? Ketika mereka sudah tiba di ruang praktek dokter Obygn, ternyata sudah ada pasien lain di dalam, jadi Naina harus menunggu. "Mama nanti temani Nai ke dalam?" tanya Lidya. "Enggak usah, Ma. Nai sendiri aja." "Mama mau lihat jenis kelaminnya juga lho." "Nanti Papa gimana?" Naina melirik ke ayahnya yang duduk tenang. "Papa bisa di sini," sahut Arman ringan. Pandangan Naina kembali tertumbuk pada Azka yang duduk persis di samping ayahnya. Pria itu hanya tersenyum kecil dan dia sama sekali tidak tahu peran pria itu di sini. Hingga akhirnya perawat memanggilnya untuk segera masuk ke ruang praktek. Naina mulai berbaring di

