114. Menyingkirkan Masalah

1314 Words

Naina sudah terbangun pagi itu, tapi tubuhnya masih terperangkap dalam lingkaran lengan Chandra yang melingkari pinggangnya, erat dan membatasi ruang geraknya. Dia menatap langit-langit, pikirannya berputar antara kemarin dan pagi ini, kemarahan suaminya yang membeku di rumah sakit, dan pelukan yang sekarang terasa seperti sebuah permintaan maaf yang bisu. Napas berat Chandra berdesir di rambutnya. Perlahan, lengan itu mengendur, melepaskan sedikit cengkeramannya. Suara serak, masih berat oleh tidur, terdengar dekat di telinganya. "Maaf, pasti kamu tidak nyaman, ya." Naina menoleh, bertemu mata suaminya yang tampak lelah. Senyum tipis, hampir tak terbentuk, melintas di bibirnya sebelum dia berusaha bangkit. Tapi tangan Chandra menangkap pergelangannya, lembut tapi pasti. "Sayang." "Ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD