111. Ulah Davina

1180 Words

Melihat ketegangan yang mulai memuncak antara Naina dan Davina, Chandra segera melangkah cepat membawa piring berisi kue-kue kecil dan segelas jus dingin. Napasnya sedikit tersengal saat dia tiba di antara mereka. Begitu berada di dekat mereka, dia langsung menangkap tatapan dingin Davina yang seperti belati menancap padanya. "Vina, lebih baik kamu cari tamu lain untuk diajak bicara," ucap Chandra, suaranya rendah namun tegas, sambil dengan hati-hati menata piring dan gelas di hadapan Naina. Wajah Davina berkerut, senyum tipisnya bermuatan racun. "Dia tamu di rumah orangtuaku. Aku berhak menyapanya. Kalau tidak tahan, ngapain datang?" "Tolong, Vina," desis Chandra, matanya menatap mantan istrinya dengan sorot yang tak lagi hangat. "Jangan buat suasana semakin rumit." Davina mengeluarka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD