Chandra berdiri membelakangi ranjang kosongnya, menatap pantulan dirinya di cermin lebar. Kemeja putihnya terlihat sempurna, dasi hitam dengan garis silver tipis sudah terikat rapat, dan celana kain hitamnya tanpak disetrika licin. Tapi yang dia lihat justru bayangan tempat tidur di belakangnya yang masih rapi, sepi tanpa kehadiran Naina. Suara notifikasi ponsel memecah kesunyian. Dia berpaling, mengambil benda itu dari atas seprai. Matanya menyipit membaca nama pengirim. Livia : [Selamat pagi, semoga sidangnya berjalan lancar.] Senyum getir menguar di bibirnya. Jempolnya menari di atas layar, hendak membalas, tapi kemudian dia menggeleng, dan membiarkan begitu saja. Alih-alih menutup layar., jarinya bergulir ke chat dengan Naina. Percakapan terakhir mereka masih tertanggal tiga hari la

