Suasana lounge mulai berkurang ramainya saat satu per satu tamu undangan berpamitan dan beranjak pergi. Naina pun ikut bergerak menuju pintu keluar, langkahnya cepat dan tegas setelah menyaksikan video yang membuat hatinya remuk. "Naina!" Chandra menggenggam erat tangan istrinya, berusaha menahannya agar tidak pergi. "Tolong dengarkan penjelasanku." Naina berhenti berjalan, namun tetap membelakangi suaminya. Punggungnya tampak kaku, bahunya tegang. Genggaman Chandra pada tangan Naina sedikit melonggar saat dia melangkah mendekat. "Sayang, tunggu sebentar. Ini semua salah paham," desaknya, suaranya terdengar serak. Naina tetap membisu, bagaikan patung. Chandra kemudian menoleh ke arah Galih dan istrinya yang masih berdiri tak jauh dari mereka. Pandangannya juga menangkap Livia yang den

