Mengetahui jika Davina datang membesuk istrinya, membuat Chandra marah besar. Dia dan Marcel segera kembali ke ruang inap Naina. "Tidak apa-apa, dia sudah pergi. Dia hanya memberi hadiah untuk bayinya dan ...." Alisa menggantung ucapannya. "Dan, apa?" tanya Chandra tak sabaran. Lalu dia menoleh pada Naina yang sejak tadi hanya diam membisu. "Sayang ...." Naina mengulurkan tangannya yang memegang sebuah kartu ucapan berwarna pink. Chandra mengambil kartu tersebut dan membacanya. "Sialan," rutuknya dalam hati. "Apa lagi yang dia katakan?" tanyanya menoleh pada adiknya. "Dia bilang, 'tidak peduli dengan kelahiran anakmu, yang jelas Kayla akan tetap menjadi prioritas Chandra'," ujar Alisa meniru ucapan Davina. Chandra mengusap wajahnya dengan kasar, jari-jarinya menekan pelipisnya. Am
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


