116. Kartu Ucapan

1152 Words

Chandra menyetir dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menggenggam erat tangan Naina yang dingin dan berkeringat. Setiap beberapa menit, wajah Naina berkerut menahan kontraksi. "Tahan, Sayang. Lima menit lagi," bisik Chandra, matanya bolak-balik antara jalan dan wajah istrinya. Di kursi belakang, Kayla masih terisak-isak, kedua tangannya memegang erat boneka beruangnya. "Papa, Tante Nai nggak apa-apa kan?" "Tante Nai baik-baik saja, Nak. Ini proses adik bayi mau keluar," ujar Chandra mencoba bersikap tenang. Chandra membantu Naina keluar dari mobil saat melihat Rezka sudah menunggu di depan pintu masuk rumah sakit dengan kursi roda. "Aku jemput Kayla, kamu urus Naina!" Rezka membantu Chandra menopang tubuh Naina. "Kayla, ikut Papa Rez, ya! Papa antar Mama Nai dulu!" teriak C

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD