[136] Saksi Bisu 🚫

1310 Words

"Bang Genta!" "Abang!" Bel rumah pun dipencet-pencet subuh itu. Terdengar hingga ke kamar, yang mana Genta praktis terbangun. "Abang!" Lagi. Suara Gilang. Duh .... Genta pakai celana dulu, pakai juga kausnya yang terserak di dekat ranjang. Sementara itu, Nuni mengerjap bangun, menoleh ke arah di mana pintu balkon dibuka, lalu melihat pria yang semalam telah memesrainya dengan begitu sahaja, sampai-sampai Nuni ingat setiap detail sentuhannya. "Ya, Lang?" "Ayo joging!" Mereka bicara di sana. "Tunggu, tunggu! Mau salat dulu! Nanti Abang nyamper ke sana atau kamu mau nunggu di dalem sini dulu?" "Abang ke rumah sana aja, deh! Nyamper!" "Oke!" Ya ampun. Parah sekali mereka. Pagi buta sudah teriak-teriak macam tak ada komunikasi yang lebih ramah di telinga tetangga saja. Ini, kan,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD