[Extra Part 18] Remaja Putih Biru

1275 Words

"Papa, mau cium adik-adik ...." Dulu. Daaron bahkan masih belum masuk SD kala itu. Masih menggemaskan, belum berubah jadi bocah tampan yang menyebalkan. "Ya udah sana izin sama mimi-pipi, boleh cium adik-adik nggak gitu," timpal Reinal. Mereka akhirnya kembali pulang ke Tanah Air selepas tinggal sementara di luar negeri, akan berangkat lagi nanti. Di mana saat itu Niskala dan Dikara kisaran umur satu tahunan. Lucu-lucu bin menggemaskan. Daaron pun bicara kepada orang tua si kembar. "Pipi, Mimi ... Abang boleh, nggak, cium adik-adik? Boleh, nggak?" Mimi tersenyum. Di pangkuan Mimi Lena ada Niskala. Sedangkan, di pangkuan Pipi Wili ada Dikara. "Boleh. Silakan, silakan. Asal jangan bibirnya, ya?" seloroh Pipi Wili. Daaron mengangguk. "Di pipi aja, ya, Pi?" "Iya, asal bukan bibir, Ban

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD