"Kamu sesehat ini, tapi nggak mau sekolah, ya, Kara?" "Memang bukan karena tidak enak badan, kok." "Maksud Abang, kepalanya. Kamu kelihatannya kayak orang bener, tapi kenapa nggak mau sekolah, ya?" Mendengar itu mata Dikara langsung tajam memicing memandang Bang Daaron. Sekadar informasi, Daaron datang ke kediaman Pipi Wili untuk membujuk Dikara sesuai saran Niska. Mereka kini bertempat di ruang bermain dengan tanpa pengawasan orang tua. Kan, merasa sudah besar, masa harus terus diawasi? Niskala memandang kedua orang itu yang sepertinya Bang Daaron sudah mulai beraksi. "Maksudnya, aku nggak waras?" Bang Daaron mengedikkan bahu. "Sekolah itu penting, Kara. Kamu nggak tahu, ya, ada yang namanya wajib belajar 9 tahun yang kemudian diperbaharui jadi wajib belajar 12 tahun?" Daaron

