"Pa! Papa!" "Iya, Ma? Ini lagi ngajarin Daaron." "Ih, ini. Mama barusan ditelepon sama gurunya." Baik Daaron dan Papa Rei memandang Mama Shan. "Apa katanya?" "Besok Mama atau Papa diminta datang ke sekolah. Tuh, kan! Pasti mau bahas soal jawaban kuis Daaron yang ngaco-ngaco itu." Daaron malah nyengir, tetapi kemudian dia meminta maaf. "Ya udah, mau Mama atau Papa yang ke sekolah?" "Papa nggak ada agenda penting di kantor?" "Kalau ada pun bisa Papa kesampingkan untuk Daaron. Tapi yang tau banyak soal anak-anak, kan, Mama. Mama yang lebih sering sama Daaron, barangkali mau bahas soal kegiatan atau kebiasaan Daaron di rumah sehingga jawabannya bisa sengaco itu." Yang sedang dibicarakan memilih fokus pada buku. Daaron betul-betul sudah membuat repot papa dan mamanya. "Oke, Mama yang

