[152] Lena Kena Mental 🚫

1726 Words

"Pelut Mimi cama pelutnya mama cama, ya? Di lumah cana juga Dayon halus hati-hati kalau di dekat mama." "Nah, iya, sama. Sama-sama ada adik bayinya. Daaron mau punya banyak adik, nih, sekarang." Lena menanggapi celoteh anak kecil itu. Di mana kini hanya tersisa Daaron, baby sitter-nya, Bu Sum, dan Lena saja di rumah. Mas Rei sudah pamit ke kantor, Mbak Shan tidak ikut mengantarkan, lalu Pak Wili pergi ke kampus. Sebetulnya, Pak Wili sempat keberatan dilihat dari sorot matanya ketika Lena ikut menyahuti telepon dari Mas Rei tentang Daaron. Namun, Lena berhasil meyakinkan beliau bahwa keberadaan Daaron di dekatnya bukanlah ancaman atau marabahaya. Anak ini anteng dan pengertian, kok. Asli! Cuma memang tergantung dari bagaimana kita menghadapinya. Menyampaikan segala sesuatunya, perlahan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD