[154] Belut Goreng

1729 Words

"Halo, Wil." Genta menguap, dilihatnya jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam. Ponsel Genta sedang mode dering, jadilah dia terbangun saat ada panggilan. Yang ternyata dari Wiliam. Untuk sesaat Genta menepi ke ruang makan, tak enak di kamar ada bayi kecilnya sedang terlelap bersama Nuni. Barangkali terganggu. Susah payah Daisha ditidurkan oleh istrinya itu. "Hah? Apa? Apa lo bilang?" Kagetnya Genta membuat kantuk terusir. "Belut?" "Ya ... Lena pengin makan belut." "Sekarang?" "Iya. Antar saya, ya, Gen?" "Ngaco, lo. Bini sama anak gue terus gimana? Gue tinggal? Oh, lo minta tolong Gilang atau Nandar aja, Wil. Soalnya malam ini mami mertua gue gak nginap, gak tega gue ninggalin anak istri. Sorry, lho. Telepon Gilang aja, gih." "Sudah. Dan tidak diangkat, makanya saya nelepon kam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD