Malam itu ... Julian terpesona oleh kedalaman hasrat yang Hyra punya. Di bawah lampu benderang, Julian memindai wajah istrinya. Pipi Hyra bersemu kemerahan, ada ekspresi yang menjadi pembangkit listrik di tubuh Julian. Belum, belum jauh. Handuk Hyra bahkan masih terpasang, meski dadanya sudah terekspos sebagian. Sedang Julian telusuri dengan bibirnya. Aroma sabun semerbak merayu hasrat dengan penuh kelembutan. Hyra menggeliat. Malu, sih. d**a yang kiri terpampang, sementara dua tangannya dikunci di atas kepala oleh Julian. Wajah Hyra pasti sudah merah padam. Argh! Hyra tersentak, Julian cosplay jadi bayi! Untuk pertama kali dalam hidupnya, buah d**a Hyra mengambil fungsi asli—yakni menyusui? Ih! Rasanya tak keruan sekali. Gemuruh di jantung meggelegak macam suara ombak bergulung-gul

