Sebenarnya, apa yang sudah terjadi semalam? Kenapa saat bangun pagi, tubuh Hyra serasa habis dipukuli warga sekampung. Oh, ya, bercinta. Tapi kenapa hanya Hyra yang bangun dalam keadaan tidak sehat begini, sementara Julian kelihatan segar bugar, sudah mandi, bahkan senyumnya sudah menawan pagi-pagi. "Morning, Ndutnya Juli." Uh ... Hyra gerak sedikit juga sakit. Semuanya. Paha ngilu, pinggang pun begitu, apalagi bagian terintim. Tapi setelah Hyra pikir-pikir, ini wajar mengingat tubuhnya yang sekelas orang sipil dihajar tak kenal ampun oleh tubuh se-militer Julian. Dari stamina saja sudah beda. Hyra menggeliat sehabis diberi morning kiss. Dia lalu tarik selimut. Yang Julian usap-usap kepalanya, memainkan area rambut. "Nggak laper, Yang?" Hyra tarik lagi selimutnya, bahkan sampai menu

