"Belikan kemeja telur asin, warnanya samakan dengan ini." Julian menjulurkan lengan Hyra dan menunjukkan sedikit warna dari kemeja lengan panjang yang dikenakannya. Di mana lengan jas Julian yang kebesaran di tubuh Hyra itu dia gulung sedikit hanya agar area dalam terpampang. Lalu pak sopir memotretnya, biar tidak salah warna nanti. Setidaknya, kurang lebih harus mirip warna hijau telur asin itu, right? "Dan kalau sudah, sekalian beli makanan buat kami." Julian lalu menoleh kepada Hyra. "Mau makan apa, Sayang?" Ih ... Juliii! Hyra menggigit bibir bagian dalamnya. Sejak tadi dia masih berusaha mencerna kejadian di hari ini. Tak menjawab tanya Julian, tetapi tatapan Hyra terus tertuju di wajah putra Om Jaya. "Belikan ayam bakar saja kalau gitu, Pak. Saya pengin. Dan titipkan di meja re

