Hari di mana Julian meninggalkan Jakarta, air mata yang selama ini ditahannya jatuh juga. Dia menangis sepanjang perjalanan ke luar negeri. Tangisnya kencang. Yang jikalau dia hewan buas, mungkin sedang meraung, melolong di kesunyian malam. Memberi tahu bahwa dia sedang kesakitan, sangat sakit, ada luka yang menganga lebar dan bisakah seseorang menolongnya? Julian mencengkeram d**a, berharap bisa mengambil rasa sakit itu dari sana dan membuangnya. Demi apa pun, nyerinya begitu hebat. Hari-hari tanpa Zephyra di mulai saat itu, hari-hari dengan siksaan perlahan. Pun, hari-hari tanpa keempat abang-abangannya dimulai. Hari-hari Julian yang kembali gulita. Dia meninggalkan lenteranya di sana. Tak menangis saat di hadapan Hyra maupun keempat abang-abangannya, tetapi saat akhirnya Julian di si

