Menyandang gelar Nyonya Jarvis sama sekali tidak pernah terlintas di benak Mara. Siapa yang menyangka pertemuan pertama mereka di lift dengan cara konyol yang memalukan itu, justru menjadi cara Tuhan mengikat tali jodoh keduanya. Tapi begitulah takdir, datang tanpa diduga dan di luar rencana hidup yang sudah Mara susun rapi sebelumnya. Status sosial yang jomplang, mantan gay dan beda usia delapan belas tahun. Semua bukan lagi hal yang Mara takutkan ketika sudah dihadapkan pada cinta. Bahkan bertingkah konyol di depan orang tuanya pun sanggup dia lakukan demi tetap bisa bersama Om Ayangnya. Hari itu juga selesai ijab kabul, sorenya Aryan dan Mara kembali ke Jakarta. Orang tuanya maklum karena Aryan pasti punya segudang kesibukan yang tidak mungkin ditinggal terlalu lama. Tapi, apakah mem

