Gugup, Mara benar-benar malu saat terbaring di ranjang hanya mengenakan gaun lakn4t pemberian Luna. Tatapan lekat suaminya yang tengah berdiri menanggalkan sisa pakaian di tubuhnya, seperti membuatnya terpanggang di atas bara. Jantungnya menggila ketika matanya tanpa bisa dicegah, justru menatap bagaimana menggodanya saat om bertubuh kekarnya itu menelanjangi dirinya sendiri. Sempurna, itulah kenapa bukan hanya mata para hawa di luar sana yang selalu tertarik menatap suami bulenya itu. Namun, juga mereka para kaum pelangi. Seperti Steve misalnya, yang membuat Mara greget ingin mencolok matanya karena menatap Om Ayangnya dengan mata lapar. Aryan merangkak naik, matanya tak pernah lepas dari netra istrinya yang tampak gusar. Diraihnya tangan Mara yang masih sibuk berusaha menarik turun k

