Benar kata Luna, punya menantu yang usianya hanya selisih beberapa tahun dengan mertua itu justru sebuah nilai lebih. Biarpun di awal sempat tegang dan bikin muka Aryan bonyok, tapi kemudian keduanya langsung bisa akrab. Mungkin karena obrolan mereka bisa nyambung dan usia yang lebih seperti kakak beradik, jadi interaksi antara Aryan dan ayah Mara pun tidak secanggung tadi. Selesai membahas rencana pertemuan keluarga dan ijab kabul besok, Aryan sempat mengajak Mara keluar mencari cicin dan mahar untuk pernikahannya. Karena mendadak, cincin mereka pun beli seadanya. Tapi tetap saja harga berlian membuat kepala Mara seketika pusing. Padahal baginya meski hanya cincin emas biasa pun dia sama bahagianya, yang penting bisa sah dengan Om Ayangnya. Setelah mengantar Mara pulang, Aryan sudah ber

