“Nggak, Mara tidak hamil.” tegas Aryan menggeleng. “Om, iihhh! Kenapa malah bilang tidak? Percuma dong tadi sudah digebukin. Kenapa malah ngaku?!” dengusnya. “Mara!” bentak ayahnya marah karena tahu Mara yang sudah berbohong. “Percaya atau tidak, terserah. Tapi, saya tidak akan mengambil apa yang bukan hak saya. Silahkan bawa Mara untuk periksa ke rumah sakit, kalau memang perlu pembuktian. Jadi mana mungkin dia hamil!” terang Aryan. “Kamu ini, Ra! Benar-benar bikin malu!” bentak ibunya melotot marah. Adik Mara kemudian keluar membawa baki berisi minuman yang diletakkan di atas meja, lalu ikut duduk di samping ibunya. “Sopirnya Kak Mara tadi mengantar banyak barang bawaan,” ucap gadis itu. “Oh, itu Kak Rita. Dia yang biasanya mengantar aku kemana-mana kalau Om Aryan lagi sibuk. Ora

