Bab.88 Malam Berdarah 1

2040 Words

Kapok setelah dulu Mara mengamuk mau minggat dari rumah gara-gara dia pergi diam-diam. Maka keluar malam kali ini Aryan pamit baik-baik ke istrinya. Ditemani Rita dan Leon, dia datang lebih awal ke Mirror untuk menunggu Ibra. Dari ruang kerja Xena di lantai tiga, dia berdiri di depan dinding kaca besar yang mempertontonkan hingar bingar suasana di bawah sana. Pernah berdiri berseberangan dengan kubu Ibra, sedikitpun tidak pernah terpikir oleh Aryan kalau sekarang mereka justru berteman. Bahkan bisa dibilang mereka yang selalu berdiri menjadi tameng, dan ujung tombak untuk setiap permasalahan genting yang menghimpitnya. Pintu dibuka dari luar, wajah menyebalkan yang muncul dari sana membuat Aryan mendengus. “Yuhuuuu … Bang Bule!” “Aishhh … kuman nyinyir satu ini kenapa muncul terus?!” ge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD