Keadaan berbalik, kini senjata di tangan Noman mengacung mengincar nyawa Ibra. Mereka semua tercekat bungkam, pucat pasi tidak berani bergerak. Khawatir sedetik kemudian moncong senjata benar-benar akan memuntahkan isinya pelurunya merenggut nyawa Ibra. Sekarang Rita sudah menemukan jawaban untuk pertanyaanmu yang tadi. Rupanya Bimo dan bosnya sudah tahu, kalau Noman akan kembali berkhianat ke mereka. Dengkul Aryan lemas. Tidak menyangka semua justru akan berubah seperti ini. Namun, yang Aryan dan yang lain tidak habis pikir karena Ibra justru tampak begitu tenang. Bahkan, dia tetap dengan senyumnya duduk bertopang dagu asik bermain korek api di tangannya. Luar biasa mentalnya, Aryan tidak bisa berkata-kata untuk pria gila satu itu. “Noman … Noman! Dan pada akhirnya kamu tetap memilih ma

