Bab.110 Cinta Segi Empat

1823 Words

Kepulangan Mara dari rumah sakit bukan cuma disambut peluk tangis Elina, tapi juga orang tuanya yang sudah sampai sana. Mereka tidak tega melihat keadaan Mara yang pucat pasi, babak belur dan terpaksa dibopong masuk oleh suaminya karena pusing membuatnya sempoyongan. Meski dokter sudah memastikan tidak ada indikasi gegar otak, tapi benturan di pinggiran trotoar tadi membuat kepala Mara terluka dan sedikit bengkak. Namun, mereka juga luar biasa bahagia saat tahu Mara positif hamil. Terlebih orang tua Mara, karena ini adalah cucu pertama mereka. Mana pernah terpikir oleh mereka bakal jadi kakek nenek di usia yang relatif muda. Setelah istrinya tertidur, Aryan menemani mertuanya mengobrol di ruang tengah. Sebentar lagi pasti teman-teman mereka akan berdatangan untuk menjenguk Mara. “Maaf Ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD