Bab.109 Bahagia Di Balik Celaka

1750 Words

Dalam hitungan detik sebelum Mara sempat berpikir harus bagaimana untuk menghindar, tubuhnya sudah dihantam dengan keras dan bergulingan di atas panasnya aspal. Bukan, bukan tertabrak mobil. Di detik terakhir Rita masih sempat menerjang ke arahnya. Mara terkapar nyaris kehilangan kesadaran setelah kepalanya membentur pinggiran trotoar. Meski buram, tapi masih terlihat olehnya Rita merangkak ke arahnya. Juga suara tabrakan keras diikuti jerit orang-orang di sana. Pusing, dia mengerjap untuk mengembalikan penglihatannya. “Ra … Mara!” “Kak Rita …,” sahutnya lirih. “Mana yang sakit?” Perlahan pandangan Mara kembali normal, tapi tangisnya langsung pecah melihat darah mengalir di kening Rita. “Jangan nangis! Bilang mana yang sakit, Ra!” tanya Rita panik. “Maaf ….” Rita menghela nafas le

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD