Tak ada kata iba, dan memang tak seharusnya menaruh kasihan pada wanita seperti Safira. Mulut dan kelakuan sudah membuat banyak orang merasa muak. Jadi beginilah akhirnya, saat menemukan kesempatan untuk memberi Safira pelajaran Rita benar-benar tidak memberinya ampun lagi. Kakak Ivan itu masih menangis kesakitan dengan darah mengucur dari kepalanya, saat Rita menjambak rambutnya hingga mendongak ke atas. “Gila, Rita salah makan obat kali ya, Than? Kenapa jadi bengis gitu? Jangan-jangan waktu bayi salah diimunisasi pakai boraks.” gumam Dendi ke Ethan yang duduk dengan sekaleng minumannya. “Coba kamu nyinyir di depan dia lagi setelah ini. Berani nggak?” tantang Ethan melirik geli Dendi yang bergidik saat menatap wajah buas Rita. "Berani, kenapa nggak!" sahutnya pelan. "Yakin?" "Nggak

