Selepas masa magang, Mara masih sempat meneruskan bekerja jadi asisten suaminya hingga beberapa bulan. Namun, kemudian berhenti ketika perutnya yang makin buncit membuatnya sedikit kerepotan. Mulai saat itulah Mara benar-benar sudah total menikmati waktunya di rumah, karena dia juga sudah cuti kuliah. Kadang Mara keluar kumpul dengan teman-temannya, Luna dan Lala yang sekarang sudah mendekati waktu kelahiran. “Jangan biru semua, Om! Kan anaknya Luna cewek,” sahut Mara saat Aryan minta pegawai toko peralatan bayi mengambilkan dua paket kado yang sudah mereka pilih. “Oh iya, lupa.” Aryan nyengir. “Satu warna biru dan satunya lagi yang pink ya, Mbak.” ulang Mara ke pegawai toko yang kemudian tersenyum mengangguk. Tadi setelah periksa kandungan mereka mampir belanja keperluan bayi, sekalia

