76

1178 Words

Linggar menunduk lebih dulu. Memberanikan diri untuk memulai segala sesuatunya di malam ini. Bibirnya menyentuh kening istrinya, penuh doa dalam sentuhan lembut dan hangat itu. Lalu kecupan itu berpindah ke pelupuk mata Ayu, satu kecupan singkat yang membuat bulu mata itu bergetar. Bergantian dari kiri ke kanan. Berlanjut mengecup pipi dengan tektur lembut dan mulus yang hangat itu, tak lupa pada kedua sisi. Lalu bergerak ke ujung hidung Raden Ayu yang ikut merasakan kecupan itu. Hingga akhirnya ia berhenti tepat di depan wajah Ayu. Linggar mengamati wajah ayu yang sejak dulu bersemayam dalam hatinya. Tak menyangka, hari ini dirinya benar-benar mengesahkan wanita ini untuk berada dalam hidupnya. Dan malam ini, wanita ini akan benar-benar menjadi miliknya. Ibu jarinya terangkat, mengusap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD