75

1551 Words

Langkah Raden Ayu terasa berat meski karpet hotel empuk dan sandal yang dikenakannya sudah diganti oleh suaminya sendiri dengan yang lebih ramah untuk kakinya yang dilanda nyut-nyutan. Gaun pengantin Turki itu indah—terlalu indah, terlalu panjang, terlalu megah untuk kaki yang sejak tadi berdiri menyambut tamu. Bahkan sangking indahnya terasa berat di tubuhnya yang tak terlalu tinggi. Tangannya sibuk mengangkat ujung kain gaur agar tidak mengganggu jalannya. Nafasnya sedikit terengah, bukan karena lelah semata—ada gugup yang menyelinap pelan. Mengingat mulai malam ini dia tak lagi sendiri. Dia akan bersama Linggar yang sudah sah menjadi suaminya. Linggar yang berjalan setengah langkah di belakangnya memperhatikan gerak-gerik istrinya yang kuwalahan sejak tadi. “Cah Ayu…,” panggilnya pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD