Malam itu, Jakarta tampak seperti hamparan sirkuit elektronik yang berdenyut di bawah kaki mereka, namun bagi Ethan, kebisingan dunia di bawah sana hanyalah gangguan yang tidak relevan. Setelah seharian penuh dengan emosi yang menguras energi di kantor pusat Blackwell Corp, ia tidak membawa Lily ke restoran bintang lima yang telah ia pesan, tidak juga ke ballroom hotel mewah yang biasanya menjadi latar belakang bagi kehidupan sosial kelas atas mereka. Sebaliknya, Ethan mengemudikan mobilnya sendiri, tanpa sopir, tanpa pengawal yang membuntuti, menuju ke sebuah tempat yang jauh lebih tenang—atap gedung apartemen lama yang menjadi saksi bisu awal mula Lily mencoba membangun hidupnya sendiri sebelum badai skandal menghantam. Atap itu tidak memiliki dekorasi bunga-bunga mahal atau lampu kri

