Fajar menyapa Jakarta dengan rona merah muda yang lembut, seolah-olah langit pun turut merayakan kedamaian yang baru saja menyelimuti unit penthouse lantai lima puluh lima itu. Setelah malam yang menguras air mata dan pengakuan jujur tentang keruntuhan kerajaan finansial Ethan, suasana pagi ini terasa sangat berbeda. Tidak ada lagi aroma ketegangan yang biasanya menggantung di antara meja kerja mahoni dan jendela kaca yang dingin. Cahaya matahari yang menerobos masuk melalui gorden sutra tipis tidak lagi terasa menyilaukan, melainkan memberikan kehangatan yang membasuh sisa-sisa trauma yang pernah ada. Lily terbangun lebih awal, merasakan berat lengan Ethan Blackwell yang masih melingkar protektif di pinggangnya. Ia menoleh perlahan, menatap wajah pria itu saat sedang tertidur. Tanpa to

