Malam merayap semakin dalam di cakrawala Jakarta, namun di dalam ruang kerja pribadi Ethan yang kedap suara, suasana terasa begitu sunyi hingga detak jarum jam dinding pun terdengar seperti dentuman genderang perang yang mulai mereda. Lily masih terdiam, matanya terpaku pada barisan angka dan stempel firma hukum di atas kertas-kertas yang berserakan di hadapannya. Selama ini, ia selalu melihat Ethan sebagai sosok yang tak terkalahkan, seorang penguasa yang mampu memutarbalikkan nasib hanya dengan selembar cek atau satu panggilan telepon. Namun, melihat rincian biaya perceraian dan pelepasan aset yang begitu masif, Lily akhirnya menyadari satu hal yang selama ini tertutup oleh ketakutannya sendiri: Ethan telah memutilasi kerajaannya sendiri demi memberikan Lily sebuah tempat di sisinya yan

