Matahari baru saja tergelincir di balik gedung-gedung pencakar langit Jakarta, menyisakan semburat ungu dan kelabu yang memenuhi langit. Di dalam unit penthouse yang biasanya dipenuhi dengan aroma kemewahan dan kesuksesan, malam ini suasananya terasa berbeda. Lily berdiri di ruang tengah, menatap sebuah tumpukan map tebal dan dokumen-dokumen berstempel hukum yang baru saja diletakkan Ethan di atas meja marmer. Lily masih merasakan sisa-sisa keraguan dari hari-hari sebelumnya, namun ekspresi Ethan malam ini sangat berbeda. Tidak ada aura CEO yang mendominasi; yang tersisa hanyalah seorang pria yang siap menguliti dirinya sendiri di hadapan wanita yang ia cintai untuk membuktikan sebuah kebenaran. Ethan menarik napas panjang, lalu mulai membuka satu per satu map tersebut. Ia mengisyaratka

