Setelah makan malam yang panjang dan emosional, mereka pindah ke sofa ruang tamu yang empuk, yang terasa luas dan mengundang. Lampu-lampu dimatikan, hanya menyisakan cahaya remang-remang dari lilin dan sinar bulan yang masuk melalui jendela besar. Keintiman malam itu dimulai dengan sangat lambat dan disengaja, namun dengan intensitas yang lebih dalam daripada malam-malam sebelumnya. Ethan menarik Lily ke dalam pelukan. Ciuman mereka adalah percampuran antara gairah yang membara dan kelegaan yang dalam. Tangan Ethan mengelus lembut rambut Lily, tetapi kali ini, Lily-lah yang memimpin. Ia mendongak, matanya menatap tajam ke mata Ethan, dan ciumannya yang pertama terasa menuntut dan penuh pemujaan. Ini bukan lagi ciuman sekretaris yang takut, melainkan ciuman seorang wanita yang mengklaim h

